Stasiun dan Kereta #1

Backsound :: Cinta Diam – Diam by Febrian

Aku, ingin menulis kisah cinta ini. Bagian dari perjalan hidupku.

Judul di atas mungkin mengelitik, stasiun dan kereta. ⌣♓ę☺♓ę☺♓ę⌣ yah, karna banyak kenangan di sana. Abadi, lebih abadi dibanding umur rel dan kereta dimana aku dan dia pernah bersama, melewatinya.
Alm. Cantik Express. Sayang, kereta itu tak beroperasi lagi. Meninggalkan banyak kenangan. Kereta dari Banyuwangi ke Surabaya ini menjadi saksi perjalanan pertamaku, menemui seorang yang hingga detik ini, lekat dalam hati, benak dan jiwaku.
Kereta keberangkatan jam 06.00 dari stasiun Jember membawaku. Berkaos dan bercelana pendek, aku tempuh rute Jember dan Surabaya selama 5 jam.
15 Agustus pagi itu, dengan api cinta aku datang, masih dengan keraguan di hati, apakah dia akan benar menerimaku? Karna sepanjang perjalanan, aku serasa sendirian, uforia itu, sepertinya tak kudapatkan di dirinya.
Aku tiba jam 11 siang di Gubeng Sby, aku harus menunggu hingga jam 4 sore, untuk meneruskan perjalanan ke Jawa barat, stasiun Ciamis tepatnya.

Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan tentu saja. Aku lupa nama kereta dan jam kedatangannya. Katanya, tiket itu masih disimpannya.
Tapi, seingatku, jam 2 an dini hari aku baru tiba. 1 Hape dan 1  BlackBerry™smartphone® ku sudah tak bernyawa. Rasa senang tiba mengalahkan semuanya, meski sepanjang jalan, aku merasa berbulan-bulan perjalanan, tidur 15 menit berasa 1,5 jam lamanya. ⌣♓ę☺♓ę☺♓ę⌣ lebay yah? ☺

Aku merepotkan petugas stasiun setempat, dimana saat itu tentu saja saat terindah mereka lelap dalam mimpi.
Tapi, aku butuh aliran listrik untuk bisa menghubunginya.
Untunglah, masih ada orang baik. Maklum, hari gini susah sekali nemuinnya. Ah, aku jadi merasa berslah, kenapa waktu itu tak terfikir untuk kasih uang terima kasih ya?
Semoga اَللّهُ membalas jasa anda, pak.

Yah, akhirnya aku dapetin listrik juga, di toilet stasiun itu. Akhirnya, aku bisa menghubunginya. Untung dia bisa terjaga. Sambil menunggunya tiba, yang menurutku lama, aku cuci muka, kencing, sambil charging hape, mondar-mandir, masih saja belum kunjung tiba.
Ah, lama…. Begitu hatiku teriak.
Aku tak tau, itu perasaan ku saja yang tak sabar jumpa.
Dan….
Ya اَللّهُ dia tiba, dia benar-benar nyata di depan mata.
Sosok yang selama ini hanya bisa aku belai, aku cinta, aku kasih hanya lewat dunia maya.
Dini hari itu, 16 Agustus 2009, dia nyata, nyata ada.

Kata terucap pertama, “dhede, tinggi ya”
Kami bersalaman, dan dia mencium tanganku.
Ingin rasanya aku memeluknya, tapi tak mungkin sekali saat itu.

Dan, benar-benar. Perasaan gegap gempita di dada, yang selama ini ada, tak goyah sedikitpun saat bertemu dengannya.

Kereta oh kereta, kau menyisakan kenangan yang luar biasa. Dan ini masih sepenggal saja, masih ada kisah yang lebih luar biasa.

Tunggu berikutnya.

18 July 2010. Tags: . Uncategorized. Leave a comment.

Ini masih akan sulit bagiku

Backsound :: mengenangmu – kerispatih

Siapa bisa menyangka, kalau sakit hati karna patah hati itu akan lama? Tidak ada yang mengira.
Hingga detik inipun, aku masih saja tak bisa meninggalkan cinta lama. Pahit memang, tapi sedikit rasa manis yang terkecap, itulah yang jadi semangat untuk terus bertahan.
Mempertahankan cinta, klise terdengarnya. Akan tetapi sebuah kehormatan yang luar biasa bagiku.
Tetap mencintai orang yang sama.

Banyak logika terbuang, semua hanya bermain dengan perasaan, yah, hanya perasaan semata.
Hidup ternyata terus berjalan, bumi terus saja berputar. Dia pun juga terus jauh melangkah.
Dan aku masih disini saja. Menyesal? Tidak untuk tetap mencintai dia. Akan tetapi, aku ambil sedikit logika, aku pasangkan kembali ditempatnya, ingat, hanya sedikit logika, tentang perasaan, masih semuanya.
Karna logika dan perasaan tak akan pernah berjalan bersama, jadi cukup sedikit saja.
Ibarat pepatah “cinta tak kan kemana” terbukti saja, cintaku tak kemana-mana. Stuck hanya di dia.

Kembali ke logika, aku sepertinya tak harus menistakan diriku lagi, mengemis-ngemis cinta. Asal dia tahu saja, aku cinta, sekali untuk selamanya. Usahaku sia-sia selama ini? Aku masih yakin, bahwa tidak sesuatupun yang sia-sia.
Direspon baik untuk silaturahmi agar terjaga, aku pikir sekarang, itu hanya bonus saja. Yang penting sudah berusaha. Kalau dia sudah tak acuhkan aku lagi, sekali lagi tak perlu menjadi nista. Cinta tak harus mengemis. Cinta juga tak boleh sombong. Hanya memanusiakan diri sendiri, itulah jawabnya.

Sekarang, aku masih cinta, seperti janji merpati, tak kan pernah kemana-mana. ☺
Bagiku, semuanya hanya koma, tidak akan pernah ada titik dalam kisah cinta yang sejati nan abadi.
Kalau dia temukan titik itu, mungkin aku bukan cinta sejatinya.
Mungkin kesejatian cinta akan ditemukan di hati yang lain.

Posted with WordPress for BlackBerry.

18 July 2010. Tags: . Uncategorized. Leave a comment.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.