Menakar Kadar Intelektualitas Seorang George J. Aditjondro

Hiruk pikuk akhir tahun 2009, semakin marak nampaknya. Akan tetapi, keriuhan ini tidaklah mebuat semakin semaraknya hawa pergantian tahun di negeri ini. Tapi semoga tak semakin menambah kusut saja, MegaKasus CenturyGate.

Adalah seorang penulis buku yang cukup terkenal, karena tulisan-tulisannya yang sering menjadi perbincangan, sehingga bahkan pernah diasingkan karenanya di masa orde baru. Kini ia muncul kembali setelah cukup lama tak menghasilkan karya.

Membongkar Gurita Cikeas, adalah karya terranyarnya yang cukup menyita perhatian publik saat ini. saya belum membaca buku ini. namun beredar kabar kalau buku ini mengungkap aliran dana ke cikeas. tak tanggung tanggung, beberapa nama tersebut di buku itu.

Sejak Beberapa hari, buku ini menjadi sangat langka di pasaran terkait rasa penasaran masyarakat terhadap isi buku tersebut. Entah strategi marketing atau propaganda terselubung yang melatarbelakangi langkanya buku yang sejatinya baru akan di rilis tanggal 30 Desember tahun ini. atau kecurigaan beberapa pihak terhadap dilarang beredarnya buku yang dirasa sebagian orang membahyakan.tapi toh sebenarnya langkanya buku itu tak perlu kita perdebatkan dulu, karena memang baru tanggal 30Desember buku tersebut akan beredar di bawah Galang Press. Jadi, bisa jadi terbitan pra launching dalam edisi terbatas.

Di luar kontroversi isi dan ketersediaan buku tersebut sendiri, buntut dari itu semua adalah pemukulan yang dilakukan seorang George Junus Aditjondro. Suasana Panas dari masing-masing kubu memang sudah tercium aomanya sejak beberapa hari kemaren, antara pihak George J. Aditjondro selaku penulis buku tersebut, maupun pihak yang (merasa) tertuduh di dalam buku itu.

Adalah Ramadhan Pohan, mantan Pemimpin Jurnas, corong SBY, yang geram karena disebut-sebut ikut menerima dan mengetahui aliran dana bank Century melalui media yang dipimpinnnya saat itu. Di berbagai media, keduanya secara terbuka sering kali terlihat saling beradu argumen. Dari situ sepertinya kegeraman Ramadhan Pohan karena disebut-sebut oleh George J. Aditjondro, membuat emosi Aditjondro karena statement-statemen pohan yang mengatakan aditjondro hanya berhalusinasi. ibarat gunung es, ari ini adalah puncaknya, di mana kegeraman seorang pohan dengan terus mengatakan aditjondro hanya berhalusinasi, dibalas dengan emosi dengan pemukulan terhadap

Advertisement

12 January 2010. Uncategorized.

Leave a Comment

Be the first to comment!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback URI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.